Kompetensi Dasar
3.1. Menerapkan alur logika pemrograman komputer
4.1. Membuat alur logika pemrograman komputer
A. Masalah
Manusia hidup dengan segala masalah yang melingkupinya. Hidup pada dasarnya adalah serangkaian aktivitas menyelesaikan masalah. Dalam Bahasa Indonesia, istilah lain yang sepadan pengertiannya dengan kata "masalah" adalah "persoalan" (problem). Masalah adalah pernyataan atau tugas yang kita cari jawabannya. Contoh beberapa dalam kehidupan sehari - hari misalnya :
- Diberikan setumpuk kartu pasien disebuah tempat praktek dokter yang tersusun acak. Setiap kart mempunyai nomor registrasi pasien. Bagaimana mengurutkan kartu - kartu tadi berdasarkan nomor urut pasien sehingga tersusun dengan nomor kecil di atas dan nomor besar di bawah (Gambar 1.1.)? Jawaban dari masalah ini adalah barisan kartu pasien yang sudah terurut dari kecil ke besar.
- diberikan sebuah daftar yang berisi nama - nama siswa baru yang diterima di sebuah sekolah negeri. Daftar tersebut hanya berisi nomor peserta ujian yang diterima. Carilah apakah seorang calon siswa tersebut baru yang nomor peserta ujiannya diketahui terdapat di dalam daftar tersebut? Jawaban dari masalah ini adalah "ya" jika nomor tersebut ditemukan di dalam daftar, atau "tidak" jika tidak terdapat di dalamnya.
- [Masalah pengurutan] Diberikan sebuah senarai(list) S yang terdiri dari n buah bilangan bulat. Bagaimana mengurutkan n buah nilai tersebut sehingga terurut secara menaik?
- [Masalah pencarian] Tentukan apakah suatu nilai x terdapat di dalam sebuah senarai S yang berisi n buah bilangan bulat!
- [Masalah mencari elemen terbesar] Diberikan senarai (list) S yang terdiri dari n buah nilai bilangan bulat. Carilah elemen terbesar di dalam senarai tersebut.
- Menggunakan basahsa alami atau natual language (Bahasa inggris, Indonesia atau yang lainnya
- Menggunakan bagan alir dokumen atau flowchart dan
- Menggunakan notasi pseudocode
1. Bagian Kepala atau Header
Bagian ini menandakan awala permulaan sebuah algoritma. Biasanya berisi judul algoritma yang mewakili spesifikasi program. Biasanya diawali dengan keyword “Program” diikuti judul program. Sebaiknya dalam penulisannya lebih ringkas dan padat, namun memberikan gambaran jalannya program yang akan dikerjakan.
2. Bagian Pendeklarasian
Pada bagian ini merupakan tahap pernyataan dan penentuan berbagai jenis variabel, konstanta dan tipe data bentuk yang selanjutnya akan digunakan pada bagian utama program.
3. Bagian Badan Algoritma
Bagian ini menunjukkan untaian proses yang dilakukan. Biasanya berupa proses computing (perhitungan), perulangan, penyelesaian, maupun proses pencetakkan output program pada piranti output, misalnya monitor.
1. Bagian kepala algoritma ditunjukkan
pada baris :
|
Program untuk menampilkan string {program ini untuk menampilkan kalimat “selamat datang
programmer” pada layar monitor} |
|
|
2.
Bagian badan atau proses ditunjukkan
pada baris kode:
|
Deklarasi Teks : string {variabel
teks dengan tipe data string} |
|
|
3.
Bagian akhir ditunjukkan pada baris
kode:
|
Algoritma : Teks ß
“Selamat datang programmer” {assignment variabel teks} Write(teks) {menampilkan
nilai variabel teks pada monitor} |
|
|
- Mudah penulisannya,
- sederhana,
- tidak sulit dalam mempelajarinya karena tidak memiliki aturan standar dalam penulisannya, dantidak membutuhkan tool atau software khusus dalam perancangannya.
- gaya penulisan setiap programmer tidak sama,
- pemahaman dalam pembacaan algoritma menjadi sulit,
- jika permasalahan program yang akan dibuat kompleks, algoritma menjadi sangat panjang sehingga kurang efesien,
- sukar untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk kode pemrograman.
1. Penyususnan symbol bagan alir (flowchart) dimulai
dari atas ke bawah dan mulai dari sebelah kiri dari suatu halaman
2. Setiap proses dalam symbol harus dilengkapi dengan nama dan
aktivitas yang jelas
3. Alur bagan alir harus diawali dengan symbol start atau awal
dan diakhiri dengan symbol end atau akhir
4. Setiap proses harus memiliki input dan menghasilkan output
5. Pemberian nama proses symbol sebaiknya menggunakan kata kerja
sebagai berikut :
• “Masukan Variabel A”
• “Hasil = A + B”
6. Masing – masing kegiatan di dalam bagan alir (flowchart)
harus memiliki alur data proses secara rinci dan jelas.
7. Kegiatan yang terpotong yang akan disambung di tempat lain harus
ditunjukkan dengan jelas menggunakan symbol penghubung.
Lima jenis bagan alir (flowchart),
adalah sebagai berikut.
1. Bagan alir sistem (system flowchart) menjelaskan urutan
setiap prosedur yang terdapat pada sistem
2. Bagan alir dokumen (document flowchat) menunjukkan arah
aliran data laporan dan formulir pada subprogram atau proses
3. Bagan alir skematik (schematic flowchartI) memiliki
kemiripan dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan skema aliran data
pada prosedur di dalam sistem.
4. Bagan alir program (program flowchart) berguna untuk
melakukan analisis sistem dengan menggambarkan proses dlama suatu prosedur
program
5. Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan yang sering digunakan dalam aliran proses pada teknik industri.
Penulisan algoritma flowchart menggunakan simbol – simbol yang harus dipahami dan diingat. Adapun simbol – simbol tersebut pada Tabel 1.1.
Tabel 1. 1 Simbol – symbol yang digunakan pada penulisan flowchart
Model perancangan algoritma dengan flowchart sangat terkenal seiring bermunculan berbagai Bahasa pemrograman, seperti Basic, Fortran (Formula Translator), dan COBOL (Common Bussines Oriented Language). Berikut ini keuntungan metode flowchart.
- Memudahkan setiap orang untuk membcaca dan memahami algoritma karena adanya standarisasi symbol dalam perancancangan.
- Cocok untuk algoritma dengan skala kerumitan tingkat rendah.
- Aliran proses program cukup rinci dengan pemodelan secara visual.
- tidak cocok untuk program yang kompleks,
- membutuhkan tools khusus untuk merncang algoritma,
- cukup sulit untuk menerjemahkan ke dalam bentuk kode program sebenarnya,
- penjelasan dalam alr porses tidak detaul karena keterbatasan ruang.
- Bagan alir dimulai dengan simbol start atau elips dan diakhiri dengan simbol end atau elips.
- Untuk memulai suatu proses secara computing, diperlukan inisialisasi atau proses deklarasi yang berfungsi untuk menentukan susunan variabel, konstanta, maupun proses manual input nilai data.
|
Gambar 1. 8 Contoh bagan alir (flowchart) penjumlahan |
1.
Memiliki bagian header (kepala)
yang menunjukkan judul algoritma, komentar, dan deklarasi (lihat penjelasan
sebelumnya).
2.
Memiliki bagian badan
algoritma yang merupakan inti dari proses.
3.
Memiliki bagian akhir
proses algoritma yang menandakan bahwa proses alir program algoritma telah
bereakhir.
4.
Pada saat mendeklarasikan
variabel gunakan format sebagai berikut.
|
Deklarasi Nama_variabel : tipe data |
Contoh :
|
Deklarasi x : integer |
5.
Assignment (pernyataan/penugasan
atau saat memberikan value pada variabel dan konstanta, gunakan format
penulisan berikut.
|
Nama_variabel
ß value |
Contoh :
|
X
ß 3 Artinya memberikan nilai data 3 kepada
variabel x |
6.
Lebih banyak menggunakan
Bahasa inggris dalam merepresantikan alir program, sebagai contoh perintah.
a.
Read, untuk meminta
masukan data dari keyboard oleh pengguna.
b.
Write, menampilkan
nilai data variabel pada layer monitor.
c.
While, untuk
perulangan yang artinya akan dilakukan selama benar.
d.
If..then, artinya
jika…maka adalah mode penyeleksian kebenaran.
Contoh :
|
Read
(m) {meminta masukan data dan disimpan ke variabel m} Write
(m) {menampilkan atau mencetak data m} |
7.
Untuk menulis komentar diawali dengan karakter “{“ dan diakhiri dengan karakter “}”.
Perhatikan contoh penulisan algoritma menggunakan metode pseudocode
berikut.













